Rapat Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat (PAKEM)

Pada hari Jumat tanggal 28 Februari 2025 pukul 10.00 WIB bertempat di Ruang Rapat Kejaksaan Negeri Nagan Raya telah dilaksanakan Rapat Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat (PAKEM) Kabupaten Nagan Raya. Kegiatan tersebut dihadiri 18 orang, diantaranya Kepala Seksi Intelijen Kejari Nagan Raya, Kanit III Sat Intelkam Polres Nagan Raya, Unit Intel Kodim 0116/Nagan Raya, Kepala Kesbangpol Nagan Raya, BIN Nagan Raya, BAIS TNI Nagan Raya, MPU Nagan Raya, MAA Nagan Raya, Kasi Bimas Islam Kemenag Nagan Raya, dan instansi terkait lainnya.

Pada rapat koordinasi tersebut berfokus pada aliran Ahmadiyah sesuai dengan surat dari Kejaksaan Tinggi Aceh Nomor: R-89/L.1/Dsb.2/02/2025. Dalam rapat tersebut dari berbagai pihak menyatakan belum adanya perkembangan/penyebaran mengenai aliran Ahmadiyah pada Kabupaten Nagan Raya, tetapi dari pihak Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Nagan Raya mengatakan bahwa pihak Diskominfotik Nagan Raya bersama dengan Densus 88 Aceh telah melakukan pertemuan mengenai deteksi awal aliran Ahmadiyah tersebut. Hal ini menjadi perhatian terkait dugaan adanya masyarakat Aceh yang berhubungan dengan Ahmadiyah dan dapat menyebarkan aliran sesat.

Dari pihak Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas Pendidikan Nagan Raya sudah melakukan sosialisasi melalui MGMP PAI (Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam) kepada guru-guru mengenai aliran kepercayaan yang dilarang sehingga tidak ada penyampaian yang salah ketika mengajar siswa/siswi di sekolah. Terkait dengan aliran tersebut dibutuhkan juga pengawasan peredaran barang cetakan terkait sebuah buku yang berjudul “Ahmadiyah di Indonesia, Data dan Fakta”. Dari Pihak Dinas Pendidikan pastinya akan mengawasi buku-buku yang nantinya masuk pada perpustakaan sekolah di Nagan Raya sehingga tidak adanya penyebaran pada ruang lingkup sekolah. Penyebaran buku tersebut juga harus diawasi secara digitalisasi dikarenakan hal tersebut lebih cepat menyebar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *